Startup Riliv dari Indonesia Menangi Google Business Groups Competition

Jakarta, 16 Oktober 2017 – Google mengumumkan bahwa Riliv.co terpilih sebagai salah satu para pemenang kompetisi “Story Search” 2017 dari Google Business Group (GBG).  Para pemenang, yang dipilih dari Sembilan finalis global, berasal dari Indonesia, Nepal dan Filipina. Setiap tahun, sebagai bagian dari upaya menampilkan para pengusaha yang telah menjalankan bisnis mereka secara online, Google mengundang ribuan anggota GBG global untuk berpartisipasi dalam kompetisi mendongeng dan saling berbagi bagaimana internet dan teknologi memberdayakan mereka untuk melakukan hal yang luar biasa.

Para pemenang GBG Story Search 2017:

  • Riliv, Indonesia
  • Virtualahan, Philippines
  • Cafe Yagam, Philippines
  • Khalti Nepal (Pemenang Pilihan Pemirsa)

Keempat bisnis di atas menonjol di antara banyak kiriman yang diterima dari anggota GBG dan pengusaha independen dari 17 negara di seluruh dunia. Keempat pemenang akan mendapatkan kesempatan berkunjung ke kantor pusat Google di Mountain View, California, untuk Google I / O pada tahun 2018, dimana mereka akan bertemu dengan para pengembang, pengusaha, dan pemimpin industri. Mereka juga akan ditampilkan dalam video yang mendokumentasikan cerita mereka.

Para pemenenang sebelumnya telah menjadi para pemimpin yang berdampak positif terhadap komunitas mereka. Fadli Wilihandarwo adalah pendiri Pasienia dan merupakan salah satu finalis tahun lalu. Sekarang dia adalah Manajer GBG untuk Yogyakarta dan ia membantu orang lain mengembangkan  bisnis mereka. Glorypearl Dy adalah finalis pada tahun 2014 dan pendiri Switotwins. Dia juga sekarang menjadi Manajer GBG di Davao, Filipina.

“Kami sangat senang melihat para pemenang tahun ini. Mereka semua mempunyai misi yang peka terhadap kondisi sosial,” kata Erica Hanson, Google Developer Relations Program Manager. “Kami berharap mereka dapat menginspirasi para pengusaha lain untuk mengembangkan bisnis yang menguntungkan masyarakat mereka,” tambahnya.

Indonesia: Riliv

Audrey Maximillian Herli, Pendiri & CEO | Surabaya, Indonesia

 

Pada tahun 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa setiap 40 detik ada seseorang yang melakukan bunuh diri di seluruh dunia. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 20 detik pada tahun 2020. Kenyataan yang menyedihkan ini mendorong pendiri dan CEO Riliv, Audrey Maximillian Hurli, untuk mengambil tindakan cepat. Riliv membantu orang mengikis stigma terhadap akses perawatan kesehatan mental dan terapi. Tim yang berada di belakang platform online  pemenang

penghargaan ini sangat antusias dalam membantu orang-orang di Indonesia mencapai ketenangan pikiran dengan menghubungkan mereka dengan psikolog yang terlatih secara profesional, bersertifikat, dan menjamin kerahasian pasien – bahkan di wilayah paling terpencil di negara ini, seperti Papua dan Sulawesi.

riliv-screenshot

Platform ini bertujuan untuk memberdayakan kaum muda antara usia 18 – 35 untuk mengatasi kegelisahan yang tidak terdiagnosis, depresi, kecanduan, kelelahan kerja dan kondisi lain yang bisa mendapatkan manfaat dari perawatan. Dalam enam bulan terakhir saja, organisasi tersebut telah menjawab lebih dari 60.000 pertanyaan dan telah membantu lebih dari 30.000 orang  yang mendapatkan manfaat dari perawatan dan bantuan yang bersifat tidak menghakimi.

Riliv telah diakui dengan meraih penghargaan di Australia, serta penghargaan “Impactful Android Application” oleh Google Jepang dan pendirinya termasuk “16 Pengusaha Sosial Muda Terbaik di Asia Tenggara” oleh Singapore International Foundation.

Post Author: administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *