Panasnya Jazz Gunung Bromo 2017

Sibers, Jazz Gunung adalah pagelaran musik bertaraf Internasional yang menampilkan komposisi Jazz bernuansa etnik. Jazz gunung 2017 memberikan pengalaman lain untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Dengan tema Merdekanya Jazz Merdunya Indonesia, para musisi tampil di panggung terbuka beratap langit dan berlatar alam yang indah.

 

Glenn Fredly perform

Glenn Fredly perform | photo by : Iwan J

Jazz Gunung Bromo 2017 di gelar di panggung amfiteater terbuka di Jiwa Jawa Resort Bromo pada tanggal 18 dan 19 Agustus 2017. Pintu Arena amfiteater di buka sejak pukul 14:00 dan di hari pertama ini tepat pukul 15:30 Surabaya All Stars hadir sebagai penyaji pertama di Jazz Gunung Bromo yang ke 9 ini. Sibers, Group Surabaya All Stars ini membuka Jazz gunung dengan sangat manis dan mengesankan.

img_7587

Sibers perlu tau nih untuk memberikan kesan keakraban kepada penonton MC memanggil para penonton Jazz Gunung dengan panggilan Jamaah Al-Jazziah. Selanjutnya Charged particles bersama Paul McCandless mampu menghangatkan sore lereng gunung Bromo. Group trio asal Amerika ini menghadirkan warna musik mereka sendiri dan mampu menghipnotis para penonton Jazz Gunung Bromo 2017.

Jazz Gunung Bromo 2017 Photo by : Iwan J
Jazz Gunung Bromo 2017
Photo by : Iwan J

Setelah break Monita Tahalea mampu membangkitkan semangat kemerdekaan para penonton dengan membawakan lagu Tanah Airku Indonesia ciptaan Imail Marzuki setelah itu Monita menyuguhkan lagunya dari album “Dandelion”. Untuk kedua kalinya penyanyi jelita ini mampu menutup penampilannya dengan manis sehingga membuat suasana sendu – sendu romantis pada Jazz Gunung 2017. Setelah di buat teduh dengan penyanyi Monita Tahalea, Dewa Budjana menemui Jamaah Al – Jazziah dengan membawakan rangkaian lagu dari album Zentuary.

img_7419

Monita Tahalea and the band | Photo by : Iwan J

 

Hari pertama Jazz Gunung 2017 di tutup dengan kehadiran Maliq & D’essentials. Band yang sudah berdiri selama 15 tahun ini membuka penampilannya dengan lagu Setapak Sriwedari di tengah-tengah lagu Maliq & D’essentials berinteraksi dengan penonton dan mengajak penonton untuk menyanyikan lagu ini di bagian reff. Khusus untuk Jazz Gunung 2017 Maliq &D’essentials membawakan single terbarunya yang berjudul Senang yang baru di rilis pada bulan Mei 2017 lalu, tak hanya sampai di situ Maliq & D’essentials memberikan kesan romantis dan hangat di tengah-tengah dinginya Bromo pada saat lagu Untitled. Angga sang Vocalist meminta paraJamaah Al-Jazziah untuk menyalakan flash light handphone mereka. Setelah itu Maliq & D’essentials menutup Jazz Gunung 2017 dengan sangat pecah sehingga semua jamaah Al-Jazziah dapat berjoget bersama pada lagu Pilihanku yang di kemas secara atraktif sehingga membuat kenangan tersendiri untuk para jamaah Al- Jazziah.

img_7457

Sono Seni Ensemble membuka Jazz Gunung dengan sangat manis, Sono Seni Ensemble memainkan Kronc – Wrong atau pelesetan dari kata keroncong karena berpadu dengan kreasi musik lainnya. John Jacobs anggota Sono Seni Ensemble naik sepeda dari Inggris ke Solo untuk dapat bermain dengan Sono Seni Ensemble.
Penampilan selanjutnya adalah dari Sri Hanuraga Trio feat. Dira Sugandi. Lagu-lagu tradisional Nusantara bagian Barat di nyanyikan dengan sendu menemani dinginnya Bromo. Penampilan dan suara emas Dira Sugandi mampu menghipnotis Jamaah Al-Jazziah. Penampilan selanjutnya adalah Indra Lesmana Keytar Trio, ini adalah salah satu grup yang diinisiasi oleh IndraLesmana. Terdiri dari Indra Gupta pada double bass, Sandy Winarta memainkan drum, sedangkan Indra Lesmana memainkan Keytar. Grup ini telah melansir album yang berjudul “About Jack”. Sebuah album yang dedikasikan Indra Lesmana kepada almarhum ayahnya, Jack Lesmana. Kehadiran Indra Lesmana adalah yang perdana di Jazz Gunung Bromo. Selain untuk menjadi bintang tamu Jazz Gunung, Indra Lesmana menerima penghargaan dari panitia Jazz Gunung Bromo 2017 mewakili almarhum ayahnya Jack Lesmana.

Indra Lesmana | photo by : Iwan J
Indra Lesmana | photo by : Iwan J

Di tengah-tengah perhelatan Jazz Gunung, Ibu bupati Probolingo Puput Tantriana Sari memberikan sambutan di hari kedua Jazz gunung. Beliau mengatakan rasa bangganya kepada Jazz gunung karena membawa kesejahteraan kepada masyarakat Probolingo dan membawa dampak baik untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Probolinggo.

Ibu Bupati | photo by : Iwan J
Ibu Puput Tantriana Sari, Bupati Probolinggo  | photo by : Iwan J

Setelah sambutan dari ibu bupati, penampilan selanjutnya adalah Ring of Fire Project feat. Idang Rasjidi dan Soimah. Group ini membuka penampilannya dengan lagu Woyoh dengan gaya kocaknya yang khas Soimah yang mampu menghipnotis jamaah Al- Jazziah yang tertawa sepanjang penampilannya

img_7629

Di tengah penampilannya Soimah berduet dengan Alit (mc) menyanyikan lagu Ndang Mbaliko Sri, lagu dangdut yang di aransemen dengan apik menjadi lagu jazz selain mereka berduet ada sedikit drama lucu yang mereka buat untuk present group Ring of Fire ini. Soimah menutup penampilannya dengan mengajak seluruh penonton menyanyikan lagu 17 Agustus. Di hari terakhir ini Glenn Fredly menambah kesan romantis di panggung Jazz Gunung Bromo 2017, mengawali penampilannya Glenn membawakan lagu My Everything, selama penampilannya Glenn mengajak para penonton untuk berjoget bersama agar tidak terlalu kedinginan karena suhu Bromo yang mencapai 15 derajat celcius.

Karena keindahaan Jazz Gunung yang membawa nuansa yang berbeda dalam dunia seni pertunjukan ini membuat dua hari pertunjukan sangat kurang bagi Jamaah Al-Jazziah sehingga pada tahun 2018. Jazz Gunung akan di extend satu hari hingga menjadi 3 hari. Dan rencananya Jazz Gunung 2018 akan hadir pada akhir Juli 2018. Sampai bertemu tahun depan Jamaah Al-Jazziah.

Penulis : Iwan J

Photo : Iwan J

Post Author: administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *