Doa Bagi Bangsa – BAMAG Surabaya

img_2001_compressed
Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Surabaya dan Jawa Timur, menyelenggarakan acara My Home yang diikuti pendoa sekota baik itu ibu gembala atau gembala wanita, menjadi kegiatan rutin dari My Home. Acara My Home dengan tema “Doa Bagi Indonesia“ ini dilaksanakan di Ballroom 89,Ciputra World Lt.4, Mayjend Sungkono 89, pkl.18.00 WIB, Senin (28/11).

img_2019_compressed “Gereja berdoa bukan karena ketika ada masalah. Dan ini tugas gereja, namun sekarang terasa sekali gereja , dengan masalah perkembangan bangsa.Istilahnya Sudah tidak bisa ditawar lagi, gereja harus berdoa. Bukan sekedar doa, tapi doa dalam kesatuan (unity) antar gereja”, kata Pdt.Dr.M.Sudhi Dharma, M.Th , selaku Ketua Umum BAMAG Surabaya.

Selain itu, Sudhi Dharma menuturkan, tujuan yang ingin dicapai penyelenggaraan acara ini , menyadari bahwa doa menjadi sebagai kebutuhan bagi kehidupan bangsa ini, dan hanya dapat dihadapi dengan doa ( Yeremia 29:7 ). Jadi sudah menjadi nafas bagi inti kegiatan BAMAG dalam pengertian unity, yang melibatkan banyak gereja, apalagi dengan situasi hari-hari ini merupakan sebuah signal dan hal tersebut sudah menjadi gerakan. Tentang tantangan yang dihadapi, lanjutnya, masih membutuhkan waktu untuk dapat menggerakkan secara meluas tentang kebutuhan gereja berdoa bersama. Selama orientasi gereja ke dalam, maka sulit dibawa keluar.

Selain itu, rencana yang dilakukan setelah acara Doa Bagi Indonesia adalah BAMAG akan selalu memberikan dorongan untuk apakah program BAMAG sendiri atau gereja. Jika kebutuhan diperuntukkan kota atau bangsa, BAMAG mendorong dengan kuat. “Dan menekankan bahwa gereja diajak keluar dan bertindak untuk bangsa”, kata Pdt.Dr.M.Sudhi Dharma, M.Th.

Rev. Dr. Suzette Hattingh dalam kotbahnya membagikan tentang Gereja harus berdoa untuk Indonesia, karena Tuhan sudah memberikan amanat kepada gerejaNya. Berdoa dan mempersiapkan diri untuk proses yang akan terjadi. Fokus dalam berdoa bukanlah berdoa mengenai masalah, namun fokusnya adalah berdoa agar tetap berada dalam jalur menggapai tujuan ilahi bangsa Indonesia yang sudah diberikan oleh Tuhan. Seperti pesan Paulus kepada Timotius yang mengingatkan agar fokus dan berpegangan terhadap destiny ( 1 Timotius 1:18 ) ” Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni.” Itulah Frenz, pesan dari Firman Tuhan yang disampaikan, yuk kita ambil bagian berdoa bagi kota dan bangsa Indonesia tercinta, fokus pada tujuan ilahi. Tuhan memberkati.(*/San)

Post Author: administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *