Bahaya Workaholic

ilustrasi,diambil dari gosmallbiz.com
ilustrasi, gosmallbiz.com

Workaholic sering dikaitkan dengan orang yang amat sangat senang bekerja, bahkan sampai lupa waktu. Beberapa dari kita mungkin sering bekerja hinga larut malam, bahkan ada juga yang tidak pernah libur bekerja selama seminggu.

 

 

Frienz, taukah kamu kalau di Jepang, workaholic di sebut dengan Koroshi atau kematian. Akibat lembur atau overwork  yang menyebabkan 1000 kematian setiap tahunnya. Dengan budaya Jepang yang senang bekerja keras, tidak heran jika di temukan 5% dari angka kematian tersebut akibat serangan jantung dan stoke pada kelompok usia dibawah 60 tahun.

 

sementara di Belanda, sebuah penelitian menemukan adanya gejala penyakit baru yang disebut leisure Illness atau sakit ketika libur. Penelitian itu menyebutkan sekitar 3 % dari populasi penduduk Belanda mempunyai kondisi tersebut. Para pekerja benar-benar menjadi sakit ketika mereka mencoba santai di hari libur atau ketika berhenti bekerja. Jika kita cermati nih frienz, ada bermacam-macam penyebab seseorang menjadi workaholic.

 

Frienz, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang menjadi gemar bekerja hingga merasa sakit jika tidak bekerja. Di ambil dari detikhealth.com ada pernyataan yang dipercayai sebagian besar kelas pekerja menengah ke bawah di Amerika, yaitu “Semakin sering bekerja, maka akan membuatmu semakin kaya.” Dari pernyataan ini sebagian orang Amerika memiliki keinginan untuk menjadi lebih kaya daripada orang lain, inilah yang memapacu untuk meningkatkan status sosial.

 

Namun, kenyataan berkata sebaliknya. New York Times merilis data bahwa persentase para kelas pekerja menengah kebawah yang naik statusnya tidak mengalami perubahan berarti selama 80 tahun terakhir.

 

Yang kedua, yang menyebabkan seseorang bisa menjadi workaholic adalah kepercayaan bahwa menjadi workaholic adalah sesuatu yang dibanggakan. Bahkan sepertiga dari penduduk Kanada mengakui bahwa mereka adalah workaholic.

 

Seorang pakar yang banyak menulis buku tentang workaholism, mengatakan bahwa memang benar jika workaholism disebut sebagai kecanduan, namun kecanduan yang cukup terhormat dengan cinta bekerja.

 

Faktor yang ketiga, orang-orang workaholic cenderung tidak memiliki sahabat serta teman yang dekat. Mereka sangat terobsesi pada pekerjaan mereka sehingga tidak sempat menghabiskan waktu bersama rekan kerja, teman dan kerabat, bahkan keluarga.

 

Penelitian di Amerika menunjukkan bahwa orang-orang workaholic memiliki masa kecil yang tidak menyenangkan. Mereka cenderung berasal dari keluarga disfungsional sehingga lebih memilih untuk memfokuskan dirinya pada hal lain.

 

Nah frienz, giat bekerja memang boleh-boleh saja, namun jika itu menjadi sebuah habbit yang berlebihan, itu juga bisa menjadi musuh bagi diri kita sendiri. Bagaimana dengan kamu frienz? Apakah kamu juga merupakan workaholic?

Post Author: administrator

1 thought on “Bahaya Workaholic

    Dhodo

    ( - 11:26 am)

    wah…harus hati – hati nih….thanks banget buat artikelnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *